Perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin
Bab Pertama
Tujuan-Tujuan Tarbiyah Dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin
Tarbiyah yaitu merupakan cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah
manusia, baik secara langsung ( berupa kata-kata ) maupun secara tidak langsung
(berupa keteladanan, sesuai dengan sistem dan perangkatnya yang khas), untuk
memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Tarbiyah
juga mempersiapkan orang dengan persiapan yang menyentuh seluruh aspek
kehidupannya, meliputi : ruhani, jasmani, dan akal pikiran. Tujuan
dan sasaran tarbiyah islamiyah secara global adalah menciptakan kondisi yang
kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik, serta
hidup di akjirat dengan naungan ridha Allah dan pahala Allah swt. Diuraikan
menjadi point-point berikut:
1. Ibadah
kepada Allah semata sesuai dengan syariatnya
2. Tegaknya
khilafah Allah di muka bumi
3. Saling
mengenal sesama manusia
4. Kepemimpian
dunia
5. Menghukum
dengan syariat
Selanjutnya
tujuan tarbiyah ikhwanul muslimin dimana terdapat 2 perbedaan dengan tarbiyah
islamiyah :
1. Penjelasan
yang lebih terperinci dalam ikhwan, sebagai uraian atas keglobalan tujuan dalam
tarbiyah islamiyah
2. Aplikasi
operasional terhadap teori dan prinsip-prinsip yanng terkandung dalam tarbiyah
islamiyah
Tujuan-tujuan
tarbiyah ikhwanul muslimin terdiri dari
1. Tujuan
permanen, yakni menyangkut penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah
· Mewujudkan tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah
yang baku dengan mengantarkannya dari tataran konsep ke dunia realitas.
·
Membantu orang melalui berbagai perangkat
yang dipakai oleh ikhwanul muslimin dalam tarbiyah
2. Tujuan
kontekstual, yakni dengan pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai
masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya
dalam perdpektif islam. Aspek perubahan yang diciptakan manusia tentang kondisi
kehidupan :
a. Arus
pemikiran dan peradaban
·
Khurafat
·
Atheisme dan materialisme
·
Nasionalisme
·
Filsafat yang destruktif
b. Arus
sistem nilai sosial dan politik
·
Demokrasi
·
Komunisme
·
Sosialisme
·
Diktatorisme
c. Arus
politik dan ekonomi
·
Zionisme
·
Kolonialisme (penjajahan)
·
Perang pemikiran dan peradaban
·
Ekonomi dan arus pemikiran tentangnya yang
memasuki dunia islam
d. Sarana-sarana
kehidupan dan pola-polanya
·
Mengasingkan berbagai corak dan gaya hidup
keseharian dari agama dan ajarannya
· Mengalahkan Zending (kristenisasi) dengan
weternisasi (pembaratan), persoalan wanita, persoalan pendidikan dan
pengajaran, persoalan dekadensi moral, persoalan kristenisasi, sikap jamah
menghadapi Zending,
e. Arus
cara pandang terhadap alam, kehidupan,
dan benda hidup
Semua itu bertujuan untuk
mencapai: Pertama, menjauhkan kaum muslimin dari sistem danundang-undang yang
disyariatkan oleh Allah untuk dihanti dengan sistem dan undang-undang yang
memusuhi islam dan kaum muslimin. Kedua, pengaburan syariat Allah dibenak
hamba-Nya denga segenap tuduhan palsu terhadap undang-undang dan sistem islam.
Ketiga, mengisi kefakuman kaum muslimin.
Bab kedua
Beberapa Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin
Perangkat-perangkat
khusus yang digunakan jamaah ikhwanul muslimin dalam mentarbiyahkan anggoatanya
meliputi :
1. Usrah
Usrah merupakam kumpulan orang-orang yang terikat oleh
kepentingan yang sama, yakni : bekerja, mentarbiyahkan, dan mempersiapkan
kekuatan untuk islam, unrah menjadikan setiap anggota lebih kuat karena
bersama-sama dengan anggota yang lain. Tujuan usrah yang pertama adalah
membentuk kepribadian islami secara integral pada diri setiap individu muslim.
2. Katibah
Katibah merupakan perkumpulan anggota yang jumlahnya
relatif banyak, ia adalah kumpulan beberapa usrah dalam suatu acara dengan
sistem tertentu dan pada waktu tertentu, dengan tujuan dan tata cara
sebagaimana usrah. Tujuannya adalah untuk menciptakan keharmonisan bangunan
kepribadian islam yang utuh pada seseorang. Yakni dengan menanamkan karakter
pandai mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk taat kepada-Nya dan mencintai
jihad, yang dimulai dengan jihad terhadap jiwa, hawa nafsu, dan menjauhi hidup
santai.
3. Rihlah
rihlah merupakan salah satu perangkat tarbiyah, sebagai
pelengkap dari berbagai perangkat yang dipergunakan oleh jamaah untuk
mentarbiyahkan anggotanya. Akan tetapi ia sebagaimana katibah merupakan
tarbiyah yang bersifat kolektif. Didalamnya para peserta diberi kebebasan untuk
bergerak, berolahraga, berlatih, bersabar untuk bekerja sugguh-sungguh, serta
menahan rasa haus dan lapar yang kadarnya tidak mungkin diperoleh dalam
pertemuan usrah dan tidak juga di katibah. Tujuannya umumnya adalah mengenal
para ikhwan secara mendalam melalui interaksi dengan mereka di sepanjang
perjalanan, memperkuat hubungan antar ikhwan, mengenal potensi saudaranya,
memahami suatu nilai yang penting bagi jamaah, melatih ikhwan untuk
melaksanakan program rihlah, melatih sebagian ikhwan untuk melakukan
tugas-tugas kepemimpinan, melatih mengatur keunagan, melatih keterampilan p3k,
dan melatij ikhwan untuk mengontrol berbagai perangkat rihlah.
4. Mukhayam
atau mu’asykar
Mukhayam dalam sejarah jamaah merupakan penerapan dan
pengembangan dari sistem jawalah. Sistem jawalah dalam jamaah memiliki
kedudukan tersendiri. Sistem jawalah dalam jamaah merupakan pengembangan dari
kelompok rihlah. Dalam jamaah sistem mukhayam tumbuh sebagai penyempurna misi
jaulah untuk menghidupkan terus kehidupan jawalah secara nyata dalam mukhayam yang khusus dirancang untuk itu. Tujuan
mukhayam terbagi menjadi tiga pokok yaitu:
a. Pengumpulan
Mengumpulkan
orang secara umum, atau anggota ikhwan secara khusus disuatu tempat yang dapat
menampung mereka dalam beberapa hari atau beberapa pekan, untuk mempermudah
pengarahan, penugasan, dan pengikatan ukhuwah islamiyah diantara mereka.
b. Tarbiyah
Mukhayam
memiliki tujuan ketarbiyahan yang tidak tergantikan oleh usrah, katibah, maupun
rihlah.
c. Latihan
Tujuan
yang paling penting dan yang dari awal dituntut dari mukhayam.
5. Daurah
Merupakan aktivitas berkala, yakni dilaksanakan pada
setiap waktu tertentu secara rutin. Merupakan salah satu perangkat yang
digunakan untuk meningkatkan kadar wawasan dan pelatihan pada diri anggota
ikhwan baik sebagai individu maupun pemimpin untuk kepentingan aktivitas islam,
atau untuk kepentingan dakwah dan jamaah. Tujuan umumnya yaitu mempersiapkan
personel atau pemimpin dengan matang untuk menunaikan tugas-tugas aktivitas,
studi, dan dialog di satu sisi, serta untuk mampu melihat berbagai sampel ideal
yang dicontohkan oleh para tutor yang membimbing kajian dan pelatihan di forum
durah, di sisi yang lain.
6. Nadwah
Nadwah, naadi, nadiy, berati suatu majelis dimana banyak
orang diundang untuk berkumpul di sekelillingnya. Berarti sekumpulan orang yang
berkumpul disuatu tempat pertemuan atau sejenisnya, untuk melakukan kajian dan
musyawarah suatu urusan. Tujuannya umumnya adalah menambah pengetahuan dan
wawasan pemikiran. Pemimpin nadwah disebut mudir.
7. Muktamar
Muktamar adalah forum untuk bermusyawarah dan mengkaji
susuatu persoalan. Dua contoh mukhtamar penting regional yang diselenggaraka
jamaah untuk memecahkan persoalan penting :
Mukhtamar
Al-Manshurah, mukhtamar ini dihadiri oleh Imam Muasis dan
anggota ikhwan dari Wajhul Bahriy, dan wilayah Al-Manshurah dipilih sebagai
tempatnya. Mukhtamar ini merupakan seruan langsung dari pemimpin jamaah dengan
sejumlah hakikah dan simbol yang membedakannya dari selainnya agar dapat
mempersembahkannya dari selainnya agar dapat mempersembahkan langkah-langkah
segar dijalan aktivitas islam.
Mukhtamar
Asyuth, mukhtamar ini juga dihadiri oleh Imam Muasis, selain itu
diundang juga anggota ikhwan dari berbagai cabang ikhwan.
Tujuan mukhtamar menampung sejumlah besar pakar untuk
terlibat dalam pembahasan dan kajian yang dipersiapkan sebelumnya selain
jumlahnya yang besar peserta yang ikut terlibat dalam diskusi dan dialog.

