Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 03 Mei 2017

Resume Perangkat Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin

Perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin
Bab Pertama
Tujuan-Tujuan Tarbiyah Dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin
        Tarbiyah yaitu merupakan cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung ( berupa kata-kata ) maupun secara tidak langsung (berupa keteladanan, sesuai dengan sistem dan perangkatnya yang khas), untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Tarbiyah juga mempersiapkan orang dengan persiapan yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya, meliputi : ruhani, jasmani, dan akal pikiran. Tujuan dan sasaran tarbiyah islamiyah secara global adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik, serta hidup di akjirat dengan naungan ridha Allah dan pahala Allah swt. Diuraikan menjadi point-point berikut:
1. Ibadah kepada Allah semata sesuai dengan syariatnya
2. Tegaknya khilafah Allah di muka bumi
3. Saling mengenal sesama manusia
4.  Kepemimpian dunia
5. Menghukum dengan syariat

Selanjutnya tujuan tarbiyah ikhwanul muslimin dimana terdapat 2 perbedaan dengan tarbiyah islamiyah :
1. Penjelasan yang lebih terperinci dalam ikhwan, sebagai uraian atas keglobalan tujuan dalam tarbiyah islamiyah
2. Aplikasi operasional terhadap teori dan prinsip-prinsip yanng terkandung dalam tarbiyah islamiyah

Tujuan-tujuan tarbiyah ikhwanul muslimin terdiri dari
1.    Tujuan permanen, yakni menyangkut penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah
·   Mewujudkan tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah yang baku dengan mengantarkannya dari tataran konsep ke dunia realitas.
·         Membantu orang melalui berbagai perangkat yang dipakai oleh ikhwanul muslimin dalam tarbiyah
2.    Tujuan kontekstual, yakni dengan pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perdpektif islam. Aspek perubahan yang diciptakan manusia tentang kondisi kehidupan :
a.    Arus pemikiran dan peradaban
·         Khurafat
·         Atheisme dan materialisme
·         Nasionalisme
·         Filsafat yang destruktif
b.    Arus sistem nilai sosial dan politik
·         Demokrasi
·         Komunisme
·         Sosialisme
·         Diktatorisme
c.    Arus politik dan ekonomi
·         Zionisme
·         Kolonialisme (penjajahan)
·         Perang pemikiran dan peradaban
·         Ekonomi dan arus pemikiran tentangnya yang memasuki dunia islam
d.    Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya
·         Mengasingkan berbagai corak dan gaya hidup keseharian dari agama dan ajarannya
·   Mengalahkan Zending (kristenisasi) dengan weternisasi (pembaratan), persoalan wanita, persoalan pendidikan dan pengajaran, persoalan dekadensi moral, persoalan kristenisasi, sikap jamah menghadapi Zending,
e.    Arus cara pandang terhadap alam, kehidupan,  dan benda hidup
Semua itu bertujuan untuk mencapai: Pertama, menjauhkan kaum muslimin dari sistem danundang-undang yang disyariatkan oleh Allah untuk dihanti dengan sistem dan undang-undang yang memusuhi islam dan kaum muslimin. Kedua, pengaburan syariat Allah dibenak hamba-Nya denga segenap tuduhan palsu terhadap undang-undang dan sistem islam. Ketiga, mengisi kefakuman kaum muslimin.

Bab kedua
Beberapa Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin
Perangkat-perangkat khusus yang digunakan jamaah ikhwanul muslimin dalam mentarbiyahkan anggoatanya meliputi :
1.    Usrah
Usrah merupakam kumpulan orang-orang yang terikat oleh kepentingan yang sama, yakni : bekerja, mentarbiyahkan, dan mempersiapkan kekuatan untuk islam, unrah menjadikan setiap anggota lebih kuat karena bersama-sama dengan anggota yang lain. Tujuan usrah yang pertama adalah membentuk kepribadian islami secara integral pada diri setiap individu muslim.
2.    Katibah
Katibah merupakan perkumpulan anggota yang jumlahnya relatif banyak, ia adalah kumpulan beberapa usrah dalam suatu acara dengan sistem tertentu dan pada waktu tertentu, dengan tujuan dan tata cara sebagaimana usrah. Tujuannya adalah untuk menciptakan keharmonisan bangunan kepribadian islam yang utuh pada seseorang. Yakni dengan menanamkan karakter pandai mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk taat kepada-Nya dan mencintai jihad, yang dimulai dengan jihad terhadap jiwa, hawa nafsu, dan menjauhi hidup santai.
3.    Rihlah
rihlah merupakan salah satu perangkat tarbiyah, sebagai pelengkap dari berbagai perangkat yang dipergunakan oleh jamaah untuk mentarbiyahkan anggotanya. Akan tetapi ia sebagaimana katibah merupakan tarbiyah yang bersifat kolektif. Didalamnya para peserta diberi kebebasan untuk bergerak, berolahraga, berlatih, bersabar untuk bekerja sugguh-sungguh, serta menahan rasa haus dan lapar yang kadarnya tidak mungkin diperoleh dalam pertemuan usrah dan tidak juga di katibah. Tujuannya umumnya adalah mengenal para ikhwan secara mendalam melalui interaksi dengan mereka di sepanjang perjalanan, memperkuat hubungan antar ikhwan, mengenal potensi saudaranya, memahami suatu nilai yang penting bagi jamaah, melatih ikhwan untuk melaksanakan program rihlah, melatih sebagian ikhwan untuk melakukan tugas-tugas kepemimpinan, melatih mengatur keunagan, melatih keterampilan p3k, dan melatij ikhwan untuk mengontrol berbagai perangkat rihlah.
4.    Mukhayam atau mu’asykar
Mukhayam dalam sejarah jamaah merupakan penerapan dan pengembangan dari sistem jawalah. Sistem jawalah dalam jamaah memiliki kedudukan tersendiri. Sistem jawalah dalam jamaah merupakan pengembangan dari kelompok rihlah. Dalam jamaah sistem mukhayam tumbuh sebagai penyempurna misi jaulah untuk menghidupkan terus kehidupan jawalah secara nyata dalam  mukhayam yang khusus dirancang untuk itu. Tujuan mukhayam terbagi menjadi tiga pokok yaitu:
a.    Pengumpulan
Mengumpulkan orang secara umum, atau anggota ikhwan secara khusus disuatu tempat yang dapat menampung mereka dalam beberapa hari atau beberapa pekan, untuk mempermudah pengarahan, penugasan, dan pengikatan ukhuwah islamiyah diantara mereka.
b.    Tarbiyah
Mukhayam memiliki tujuan ketarbiyahan yang tidak tergantikan oleh usrah, katibah, maupun rihlah.
c.    Latihan
Tujuan yang paling penting dan yang dari awal dituntut dari mukhayam.
5.    Daurah
Merupakan aktivitas berkala, yakni dilaksanakan pada setiap waktu tertentu secara rutin. Merupakan salah satu perangkat yang digunakan untuk meningkatkan kadar wawasan dan pelatihan pada diri anggota ikhwan baik sebagai individu maupun pemimpin untuk kepentingan aktivitas islam, atau untuk kepentingan dakwah dan jamaah. Tujuan umumnya yaitu mempersiapkan personel atau pemimpin dengan matang untuk menunaikan tugas-tugas aktivitas, studi, dan dialog di satu sisi, serta untuk mampu melihat berbagai sampel ideal yang dicontohkan oleh para tutor yang membimbing kajian dan pelatihan di forum durah, di sisi yang lain.
6.    Nadwah
Nadwah, naadi, nadiy, berati suatu majelis dimana banyak orang diundang untuk berkumpul di sekelillingnya. Berarti sekumpulan orang yang berkumpul disuatu tempat pertemuan atau sejenisnya, untuk melakukan kajian dan musyawarah suatu urusan. Tujuannya umumnya adalah menambah pengetahuan dan wawasan pemikiran. Pemimpin nadwah disebut mudir.
7.    Muktamar
Muktamar adalah forum untuk bermusyawarah dan mengkaji susuatu persoalan. Dua contoh mukhtamar penting regional yang diselenggaraka jamaah untuk memecahkan persoalan penting :
Mukhtamar Al-Manshurah, mukhtamar ini dihadiri oleh Imam Muasis dan anggota ikhwan dari Wajhul Bahriy, dan wilayah Al-Manshurah dipilih sebagai tempatnya. Mukhtamar ini merupakan seruan langsung dari pemimpin jamaah dengan sejumlah hakikah dan simbol yang membedakannya dari selainnya agar dapat mempersembahkannya dari selainnya agar dapat mempersembahkan langkah-langkah segar dijalan aktivitas islam.
Mukhtamar Asyuth, mukhtamar ini juga dihadiri oleh Imam Muasis, selain itu diundang juga anggota ikhwan dari berbagai cabang ikhwan.
Tujuan mukhtamar menampung sejumlah besar pakar untuk terlibat dalam pembahasan dan kajian yang dipersiapkan sebelumnya selain jumlahnya yang besar peserta yang ikut terlibat dalam diskusi dan dialog.